Siswa SMK dari Karawang Ciptakan Alat Pengurai Kemacetan
foto : luthfiana awaluddin

Siswa SMK dari Karawang Ciptakan Alat Pengurai Kemacetan

Siswa SMK dari Karawang

Ini nih yang kita tunggu-tunggu dari pemuda-pemuda Indonesia khususnya kota Karawang. Buat kreasi baru, ciptakan inovasi baru dan terus berprestasi guys. Siswa SMK dari Karawang memang identik dengan kata tawuran, akan tetapi berbeda dengan siswa SMK Texar ini. Mereka menjawab semua keluh kesah masyarakat yang selalu beranggapan tidak baik terhadap siswa-siswa yang suka tawuran. Untuk penjelasan lebih lengkap mari kita simak berita dari detik.com dibawah ini dengan seksama.

Karawang – Dua siswa jurusan mekatronika, SMK Texar, Kabupaten Karawang menciptakan alat pendeteksi macet. Alat itu bisa menganalisis potensi kemacetan di suatu ruas jalan. Bahkan membuat waktu pergantian lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) jadi lebih tepat.

“Tujuannya supaya pergantian lampu lalu lintas bisa lebih baik. Tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar. Sehingga, antrean kendaraan bisa terurai dan situasi lalu lintas di persimpangan jalan tidak kacau,” kata Ricky Firdaus (17), siswa pencipta alat pendeteksi tersebut saat ditemui detikcom, Senin (24/12/2018). 

Siswa kelas 11 itu menuturkan, alat pendeteksi macet yang dibuat terinspirasi dari kepadatan lalu lintas Karawang Timur. Di sana, terdapat sejumlah titik rawan macet saat pagi dan sore hari. Salah satu penyebabnya adalah waktu pergantian APILL yang tidak disesuaikan dengan jumlah kendaraan. 

“Karena lampu hijaunya terlalu sebentar sedangkan antrean kendaraan sangat panjang. Itu tidak sebanding dan menyebabkan kemacetan panjang,” kata dia. Alhasil, kata Ricky, ia kerap mendapat keluhan dari kawan yang kerap terlambat ke sekolah. Setiap berangkat sekolah, mereka berbagi jalanan dengan ribuan buruh dan truk dari pabrik. 

Berawal dari itulah tiga bulan lalu, Ricky dan dan Adhi Prasetyo (17), mengerjakan alat itu hingga selesai. Sistem kerja alat tersebut dibantu sensor yang dipasang dalam jarak 100 meter dekat lampu lalu lintas. “Jika sensor menangkap kendaraan tersendat, secara otomatis sistem mendeteksi kemacetan dan mengatur nyala lampu lalu lintas berdasarkan data jumlah kendaraan. 

Sehingga lampu menyala tidak terlalu lama atau terlalu sebentar,” kata dia. Kepala Dinas Perhubungan Karawang Arief Bijaksana membenarkan jika lampu APILL di Karawang disetel tanpa mempertimbangkan jumlah kendaraan. Arief menuturkan, APILL saat ini adalah tipe lama yang pergantian lampunya tidak fleksibel. 

Jumlah Kendaraan Terus Bertambah

“Lantaran jumlah kendaraan yang terus bertambah, sehingga waktu pergantian lampu lalu lintas harus bisa fleksibel. Artinya kondisional, sesuai kondisi real kepadatan jalanan,” ungkap Arief. Ihwal inovasi dua siswa SMK Texar itu, Arief menyatakan tak menutup kemungkinan menerapkan alat temuan mereka di Karawang. “Dalam waktu dekat kami akan uji coba kembali. Nanti kami coba terapkan di perempatan Pendeuy. Menurut saya alat itu bagus dan efektif mencegah macet,” kata Arief. 

Pembuatan alat itu, tak lepas dari bimbingan Nurhayat Arief (50) pengajar Teknik Kontrol di jurusan Mekatronika SMK Texar Karawang. Ia bahkan mengikutsertakan alat buatan muridnya dalam kompetisi Toyota Eco Youth ke-11 yang diadakan pabrik Toyota. 

“Selain mencegah dan mengurangi macet, alat ini bisa menurunkan jumlah karbon dan polusi dari kendaraan yang terjebak macet. Kemacetan memang menurunkan kualitas udara,” kata Nurhayat. Ia berharap, alat buatan kedua siswanya itu bisa mengurangi polusi. Sebab, kata Arief, jika kemacetan berhasil diurai, kendaraan tak berlama-lama di jalan.

Hal ini bisa jadi pembelajaran bagi para siswa yang lainnya. Hal yang positif dan patut untuk di contoh oleh siswa SMK dari Karawang lainnya. Sebagai generasi muda kita harus berkarya dan gunakan waktu dengan kegiatan yang lebih produktif. Yaps sampai disini dulu guys pembahasan kali ini sampai jumpa lagi guys. Salam untuk Karawang yang lebih baik.

Sumber : https://news.detik.com/jawabarat/4357398/keren-dua-pelajar-karawang-ciptakan-alat-deteksi-kemacetan

Share

Tinggalkan Balasan

Close Menu